Indah larik pelangi seusai hujan
membuka hari, samar di rajut mega garis wajahmu lembut tercipta.
Telah jauh ku tempuh perjalanan,
bawa sebentuk cinta menjemput impian.
Desau rindu meresap, kenangan haru
ku dekap. Semakin dekat tuntaskan penantian kekasih aku pulang, menjemput
impian.
Entah
alasan apa yang aku pikirkan untuk kembali menuliskan lirik lagu itu, terasa
banyak sekali kenangan di dalamnya. Kalau saja lengkap kau mendengarkannya,
isinya tak jauh dari rasa rindu seorang pada kekasihnya, perjuangan untuk
bertemu lagi nanti dan kembali merajut mimpi – mimpi. Terdengar begitu manis
bukan? mungkin dulu aku pernah merasakannya, sangat , sangat pernah. Belum
hilang ingatan 3 tahun kebelakang, saat indahnya sore dan langit sangat
berwarna kala itu.
Masa
taman kanak – kanak baru saja berakhir, masa yang penuh dengan nyanyian dan
becandaan. Sosokmu begitu mencolok diantara yang lain. Saat itu aku tak paham
dengan apa yang terjadi, yang aku tahu. Kau begitu istimewa. Entah dasar apa
aku menyimpulkannya begitu. Mungkin memang tak perlu banyak alasan.