Tuesday, 22 December 2015

Untuk Visinia Angan dan Harapan

Indah larik pelangi seusai hujan membuka hari, samar di rajut mega garis wajahmu lembut tercipta.
Telah jauh ku tempuh perjalanan, bawa sebentuk cinta menjemput impian.
Desau rindu meresap, kenangan haru ku dekap. Semakin dekat tuntaskan penantian kekasih aku pulang, menjemput impian.
Entah alasan apa yang aku pikirkan untuk kembali menuliskan lirik lagu itu, terasa banyak sekali kenangan di dalamnya. Kalau saja lengkap kau mendengarkannya, isinya tak jauh dari rasa rindu seorang pada kekasihnya, perjuangan untuk bertemu lagi nanti dan kembali merajut mimpi – mimpi. Terdengar begitu manis bukan? mungkin dulu aku pernah merasakannya, sangat , sangat pernah. Belum hilang ingatan 3 tahun kebelakang, saat indahnya sore dan langit sangat berwarna kala itu.
Masa taman kanak – kanak baru saja berakhir, masa yang penuh dengan nyanyian dan becandaan. Sosokmu begitu mencolok diantara yang lain. Saat itu aku tak paham dengan apa yang terjadi, yang aku tahu. Kau begitu istimewa. Entah dasar apa aku menyimpulkannya begitu. Mungkin memang tak perlu banyak alasan.