Sunday, 7 September 2025

Peluk Damai di Senja Hari




"Peluk Damai di Senja Hari"


Dalam hangat senyummu yang tak berpura,

terlukis tenang yang tak bisa dibaca kata.

Seorang ibu, sebiji cinta,

menjadi tempat pulang jiwa kecil yang percaya.


Pelukanmu bukan sekadar lengan,

tapi semesta tempat ia merasa aman.

Saat dunia sibuk berpacu,

kau duduk tenang, jadi rumah paling syahdu.


Di balik kain dan peluk yang sederhana,

ada doa yang tak pernah lelah mengudara.

Ada sabar, ada letih yang tak pernah terucap,

ada cinta yang dalam diam, tak pernah rapuh, tak pernah lelap.


Dan di meja kayu yang sunyi itu,

hidup terlihat sesederhana rindu,

pada detik yang ingin sekali dipeluk waktu,

karena tak selamanya ia akan sekecil itu.

Saturday, 4 March 2017

Tutorial Makeup ??? Aku kan Laki-Laki

Ini sih kaya curhatan seorang laki-laki yang akhir-akhir ini terganggu pikirannya setelah melihat banyak video tutorial make-up di youtube dan bersliweran di explore instagram. Beberapa poin ternyata cukup menganggu.  Tulisan ini mengandung rasa sok tahu yang berlebihan jadi harap dimaklumi karena subjektif dari kacamata laki-laki, dan pasti akan tidak berimbang tapi yang perempuan coba renungkan ya. Anjir kaya lagi ngasih nasihat ya, oke simak ya.
Video tutorial make-up sebagai ajang berbagi pengetahuan tentang merias diri.
Menurut hemat aku, video  tutorial make-up lebih banyak berisi seorang perempuan yang meng-share bagaimana dia bermake-up, berbagi tips memilih merk kosmetik, dan unjuk kelihaian tangan dalam menyulap wajah yang biasa saja menjadi luar biasa. Mungkin harapannya agar banyak perempuan di luar sana tertarik, meniru atau sekedar nambah pengetahuan tentang bagaimana merias diri. Bagus sih, sangat bagus karena membuat banyak perempuan di luar sana yang kebingungan menjadi punya pedoman bagaimana agar tampil istimewa.

Wednesday, 23 November 2016

Udin Bertanya Tentang Mitos

Hari ini bukanlah hari yang baik bagi Udin, pasalnya bagi tadi ia sudah kena marah orang tua karena bangun kesiangan. Memang biasanya juga kesiangan tapi kali ini berbeda kalo biasanya cuma ibu yang bangunin sambil marah-marah, pagi tadi bapak nya pun ikut serta membangunkan Udin. Awal yang buruk memang untuk memulai hari tapi ya mau gimana lagi Udin memang kalo sudah tidur kaya orang mati ngga bisa diganggu gugat kaya keputusan juri masak RT-an. Bahkan kalo Udin tidur di jalur gaza pun bom israel ngga mungkin bisa bangunin dia, saking kebonya. Dengan wajah yang lesu ia duduk di samping arif yang memang teman seperjuangannya sejak SD dahulu, mereka sudah berteman jauh sebelum firaun jadi kafir, hehehe..
“rif, kamu percaya mitos ?” sambil minum es teh si arif yang baru saja sampai.
“santai dong, sebentar. Mba sedotannya satu lagi ya” teriak arif ke mba-mba kantin.
“yaelah rif, aku minta dikit doang segitunya. Napa sih ?”
“sorry din, aku ngga mau ciuman sama kamu. Soalnya ada mitos kalo pakai sedotan bareng itu sama aja ciuman, kita memang udah temenan lama tapi ya gimana, just friend no more, you know ?”
 “anjir”

Friday, 18 November 2016

Belajar “Nganuin” Program Televisi

Yak yaaak aku mau sombong, haha tapi pantes ya kayaknya....simak aja ya cerita dibalik semua ini..
Aku masih menjadi seorang mahasiswa tingkat akhir, yang sekarang lagi berjuang melawan waktu, ada khawatir dalam hati kalau – kalau nanti bakal nambah semester lagi. Sekarang aja udah semester 9, semoga tuhan berbaik hati jangan sampai nambah lagi ya.. pliss.. uangnya yang nggak ada, aku ngga mau jadi gembel di jalan.
Idealnya sih memang 4 tahun atau 8 semester tapi apa mau dikata keadaan yang harus memaksakan aku nambah semester.. ciee gitu, pake nyalahin keadaan. Pokoknya aku ngga mau disalahin. Oke karena aku ngga mau disalahin maka aku akan memberikan alasan kenapa aku sampai semester 9, aku mulai ceritanya.
Pada suatu siang yang cerah cenderung panas  dan cukup buat kepala pusing, aku melangkah gontai dengan pikiran yang kalut...*ya alloh lebay banget*. Engga – engga itu berlebihan, jadi  hari itu aku cukup sedih ya melihat kenyataan kalau ternyata outline skripsi aku ditolak, parah sih itu. Melihat temen – temen yang lain pada  diterima iri saya haha malah cenderung dengki, haha.. masa judul saya bisa ditolak padahal waktu mata kuliah MPS termasuk dapat nilai yang tertinggi. Tapi mau diapain lagi anggep aja bukan rezeki .. cie gitu. Aku galau beneran galau sob, rasanya ditolak skripsi itu lebih sakit kaya ditolak gebetan, padahal mah gebetan juga ngga bakal nolak ya, orang cewe ketemu belum sempet digebet udah minta putus. Ibaratnya kalo menikah ini belum ijab qobul tapi aku udah menduda.. haha..

Thursday, 18 February 2016

Gausah Belajar Komunikasi........

Aku menulis lagi karena ternyata aku di kehidupan sehari – hari terlalu banyak omong, mungkin mereka sudah jenuh mendengar apa yang aku omongin dan akhirnya memutuskan untuk menarik diri dari diriku. Heeemmmm ... ya intinya aku di suruh sadar kalau aku tuh ga bisa seperti itu terus.
Dalam sebuah kuliah di hari yang lalu -entah kapan itu terjadi aku sudah melupakan detailnya tapi tidak untuk momen nya-, dosen berkata kalau kamu hendak menjadi komunikator yang baik maka yang harus kamu lakukan adalah jadilah komunikan (pendengar) yang baik dahulu. Mungkin ini yang ga aku lakukan, aku hanya nguap – nguap, koar sana koar sini, menyampaikan segala hal yang aku tahu tanpa mau mendengarkan hal – hal yang sebenarnya harus mampir di telingaku yang bebal ini. Aku sudah lupa bagaimana caranya mendengar hingga suatu sore yang beriman, *anggap saja begitu* aku seperti di tampar keras dengan keadaan, di lempar dan di banting oleh kenyataan, maaf kayanya berlebihan tapi itu memang yang aku rasakan hehehehehe *senyum aneh*.

Tuesday, 22 December 2015

Untuk Visinia Angan dan Harapan

Indah larik pelangi seusai hujan membuka hari, samar di rajut mega garis wajahmu lembut tercipta.
Telah jauh ku tempuh perjalanan, bawa sebentuk cinta menjemput impian.
Desau rindu meresap, kenangan haru ku dekap. Semakin dekat tuntaskan penantian kekasih aku pulang, menjemput impian.
Entah alasan apa yang aku pikirkan untuk kembali menuliskan lirik lagu itu, terasa banyak sekali kenangan di dalamnya. Kalau saja lengkap kau mendengarkannya, isinya tak jauh dari rasa rindu seorang pada kekasihnya, perjuangan untuk bertemu lagi nanti dan kembali merajut mimpi – mimpi. Terdengar begitu manis bukan? mungkin dulu aku pernah merasakannya, sangat , sangat pernah. Belum hilang ingatan 3 tahun kebelakang, saat indahnya sore dan langit sangat berwarna kala itu.
Masa taman kanak – kanak baru saja berakhir, masa yang penuh dengan nyanyian dan becandaan. Sosokmu begitu mencolok diantara yang lain. Saat itu aku tak paham dengan apa yang terjadi, yang aku tahu. Kau begitu istimewa. Entah dasar apa aku menyimpulkannya begitu. Mungkin memang tak perlu banyak alasan.