Saturday, 5 September 2015

KKN CERIA


Asalamu alaikum waroh matulloh hiwabarokatuh .

Saat aku menulis ini terhitung 30 hari KKN berarti tinggal 4 hari lagi aku menyelesaikan salah satu kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Aku sendiri bingung untuk memulainya darimana, terlalu banyak yang ingin aku tuliskan tapi begitu acak dalam pikiranku. Sedikit memberi tahu saat aku menulis status di BBM ku menyatakan kegalauan, kira – kira seperti ini “ KKN segera berakhir tetapi aku sendiri ga tahu harus seneng atau sedih”. *pukpuk
KKN TEMATIK 2015
KKN TEMATIK 2015
Mungkin kita mulai dari itu saja, Seneng. Ya sudah pasti setelah berakhirnya KKN ini berarti resmi mendapat gelar mahasiswa tua, mahasiswa senior, mahasiswa semester akhir atau apapun itu sebutan yang bakal nanti nangkring di panggilanku. Mencapai tingkatan yang baru tentu saja harus dipersiapkan, berakhirnya KKN adalah awal perjuangan baru. Perjuangan sebagai seorang terpelajar. Ya itu menurutku..

Wednesday, 2 September 2015

BURUH

Oleh Ibnu Yana S
Dua puluh empat jam dalam sehari rasanya kurang bagi mereka yang menghabiskan waktu di balik tebalnya dinding pabrik, di balik pintu besi tinggi yang sangat berisik saat di buka dan di tutup. Waktu  untuk keluarga pun hanya seperampat hari saja, terutama untuk anak – anak  mereka. Hanya  di waktu minggu saja mereka dapat berkumpul dengan keluarga itupun kadang harus mereka relakan karena lebih memilih untuk berlembur.

Jarum jam menunjukan pukul setengah empat saat adzan subuh berkumandang, Warsinem sudah bangun untuk menyiapkan segala keperluan anak semata wayangnya mulai dari sarapan, mencuci baju sampai persiapan anaknya untuk ke sekolah. Tepat pukul setengah 7, saat lonceng tanda masuk pabrik di bunyikan, ia harus sudah siap untuk memulai pekerjaannya sebagai seorang Buruh Mingguan.

Tuesday, 1 September 2015

Menapak Tilas Benteng Van der Wick

Sebuah bangunan megah tampak kokoh ketika mulai memasuki kawasan obyek wisata Benteng Van der Wick, warna merah yang membedakan dengan bangunan - bangunan yang ada disekitarnya. Dibalik semua itu sepenggal sejarah negeri ini terukir disana. “Van der Wick” sebuah nama yang sangat disegani pada zaman penjajahan belanda. Beliau adalah perwira militer belanda yang berhasil membungkam para pejuang Aceh. Nama ini diabadikan menjadi nama sebuah benteng yang terletak tidak jauh dari jalan Raya Utama Kebumen – Jogja sekitar 300 meter atau lebih tepatnya di Kecamata Gombong.