Saturday, 5 September 2015

KKN CERIA


Asalamu alaikum waroh matulloh hiwabarokatuh .

Saat aku menulis ini terhitung 30 hari KKN berarti tinggal 4 hari lagi aku menyelesaikan salah satu kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Aku sendiri bingung untuk memulainya darimana, terlalu banyak yang ingin aku tuliskan tapi begitu acak dalam pikiranku. Sedikit memberi tahu saat aku menulis status di BBM ku menyatakan kegalauan, kira – kira seperti ini “ KKN segera berakhir tetapi aku sendiri ga tahu harus seneng atau sedih”. *pukpuk
KKN TEMATIK 2015
KKN TEMATIK 2015
Mungkin kita mulai dari itu saja, Seneng. Ya sudah pasti setelah berakhirnya KKN ini berarti resmi mendapat gelar mahasiswa tua, mahasiswa senior, mahasiswa semester akhir atau apapun itu sebutan yang bakal nanti nangkring di panggilanku. Mencapai tingkatan yang baru tentu saja harus dipersiapkan, berakhirnya KKN adalah awal perjuangan baru. Perjuangan sebagai seorang terpelajar. Ya itu menurutku..
Saat nanti masuk ke kampus suasana akan terasa sedikit berbeda, kita pasti akan menceritakan ketemen angkatan kita pengalaman masing – masing selama KKN, seolah – olah hanya kitalah yang memiliki penglaman paling seru, paling wajib untuk di dengarkan. Tentang teman baru, sahabat baru, mungkin pacar baru serta segala hal baru yang kita dapatkan selama KKN. Kita akan menghela nafas dan berkata di akhir kalau waktu begitu cepat dan sebentar lagi masing – masing dari kita akan memilih jalan yang berbeda. Kemudian ingatan kita akan kembali ke awal masuk di bangku perkuliahan, 3 tahun sungguh terasa sangat cepat. Awal kita masih canggung satu sama lain, awal kita menggunakan bahasa indonesia, awal kita cari – cari modus berkenalan dengan alasan agar berbagi informasi ospek, atau awal – awal kita ingin segera dikenal oleh banyak orang atau kakak angkatan dan sebagainya.
Aku sendiri merasakan itu, dan KKN benar – benar menyenangkan.
Sedih , yah setelah selesai KKN sudah pasti. Ini ibarat dua mata koin saat kita memilih kepala kita juga sadar kalau ekor ada di sebaliknya dan selalu beriringan. Bagaimana tidak kita akan meninggalkan kenangan yang akan kita ingat seumur hidup kita, teman baru yang benar – benar berbeda dari biasanya. Dengan karakter teman yang menyenangkan, usil, jahil, rajin, males, kaku, baperan, dan banyak lagi. Meninggalkan semua itu benar – benar menyedihkan. Hampir satu bulan kita bersama – sama, bangun pagi melihat orang yang sama, berkegiatan dengan orang yang sama bahkan makan juga dengan orang yang sama. Setelah KKN pasti kita akan merindukan itu semua.
Aku akan berbagi cerita sedikit dengan KKN yang aku alami. Awal aku memilih mengambil KKN di semester ini karena kebanyakan temanku juga begitu, memang alasan ini sangat mainstream tapi memang begitu kebenaranya. Aku sangatlah kurang informasi tentang KKN, aku sendiri tak tau kalau KKN ternyata berbagai macamnya sesuai dengan tema yang kita pilih. Aku tak mungkin menjelaskan satu – satu namun yang aku ambil adalah KKN tematik. Ini adalah sebuah KKN yang bertemakan dari usulan Dosen, dosen yang mengusulkan ini yang nantinya akan menjadi dosen pembimbing lapangan. Aku memilih ini  bukanlah suatu kesengajaan namun bisa di bilang suatu kecelakaan, tapi aku bersyukur karena itu. Judul KKN ku adalah “Pemetaan Digital Daerah Rawan Bencana Gunung Slamet”. Ya aku tahu yang ada di pikiran kalian, kelihatannya akan berbeda dari KKN lainya. Ini pasti akan sangat melibatkan gadget – gadget atau semacamnya.
Anggapan itu tidak sepenuhnya salah karena dari awal kemudian di lapangan sampai di akhir KKN ini pun kami selalu di berurusan dengan gadget – gadget. Mulai dari GPS, Smartphone, Laptop, dan beberapa perlengkapan lainnya yang aku sendiri tidak tahu namanya. Kita juga diajari menggunakan aplikasi yang sangat asing bagi kita.
Tentang Tujuan KKN
Secara normatif tujuan KKN sebenarnya adalah mengajak masyaraekat desa yang masih berkutat dengan keebiasaan mereka untuk menjadikanya lebih maju. Menanamkan mainset agar masyarakat desa menjadi lebih berdaya. Dan harapannya kitalah yang menyampaikan itu semua. Kita haruslah memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Kalo melirik ke KKN ku lagi, kami ber empat belas memiliki tugas untuk memetakan daerah rawan bencana Gunung Slamet. Kami mendata rumah – rumah di sekitar Dusun Gunung Malang dan mengelompokannya mana yang kira – kira harus di prioritaskan untuk di selamatkan segera jika terjadi hal yang tidak di inginkan. Patokan kami dalam mengelompokan adalah jiwa yang tinggal di dalam rumah, adakah lansia atau balita. Setelah itu kami memetakannya dengan memberikan tanda, hijau untuk prioritas di selamatkan dan orange untuk normal.
Praktek lapangan
Medan yang nanjak cukup membuat motor kami terkena TBC dan harus servise setelah KKN berakhir. Kendala kami ada dua hal yakni keadaan lapangan yang asing dan diri kami sendiri. Contohnya kami haruslah berangkat pagi agar kita dapat menyelesaikan pemetaan sebelum kabut menutup jalan dan udara dingin yang menusuk. Kami disarankan untuk pulang sebelum pukul 4 sore dengan alasan keamanan.
Selain memetakan rumah – rumah yang ada, kami juga memetakan daerah potensi produksi seperti lahan pertanian dan peternakan. Kami mulai dari pekarangan yang dekat jalan atau pemukiman warga, setelah itu kami terus melangkah masuk jauh ketengah lahan pertanian yang luaar biasaaa luasnya serta medan yang nanjak dan setapak. Tak jarang kita menemukan jurang yang sangat menghambat proses pemetaan. Yaah tapi itu yang harus kami kerjakan mau ga mau kita sudah memilih.
Kadus yang ceria
Gunung Malang
Kadus Gunung Malang
Satu hal yang menarik dan sayang untuk di lupakan, sesorang yang ramah, baik, bijak, bersahaja dan gaul. Haha yaitu bapak kadus.. eem lebih tepatnya Mas Kadus aja apa ya. Kita mulai dari nama beliau menurut KK (Kartu Keluarga)  yang ada namanya tertulis Karpono dan mempunyai istri bernama Juli Verlita yah kan istrinya saja namanya bak artis televisi, ini saya curgiga jangan – jangan istrinya Mas Kadus adalah saudara jauhnya Vety Vera.
Pak Karpono adalah teladan bagi Dusun tempat saya KKN, ia sangat semangat dalam membina masyarakat Dusunnya dan selalu memperjuangkan kepentingan masyarakatnya. Mas Kadus ini sangatlah gaul, gaul yang saya pakai disini dalam artian dia berbeda dengan masyarakat lainnya, dimana orang – orang hanya memikirkan bagaimana ia mencukupi kebutuhannya, namun Pak Karpono mencoba menyempatkan waktunya untuk memperjuangkan kebutuhan orang banyak.
Induk Semang yang baik hati
KKN TEMATIK 2015
Induk Semang
Seseorang yang sangat berperan penting adalah induk semang, merekalah orang tua kita selama kita disana, segala kebutuhan dari makan, tempat tinggal, sampai mandi kita di bantu dan dicukupi oleh mereka. saya sendiri mendapatkan induk semang yang enerjik bagaimana tidak dia masih muda boleh di bilang beliau adalah ibu – ibu muda. Suaranya benar – benar menggelegar terutama saat pagi dan sore hari. Si ibu ini bernama Mba Yanti, hampir setiap waktu senggangnya ia menyanyi bukan masalah sebenarnya jika Mba Yanti ini menyanyi hanya saja pilihan lagunya, dangdut tapi yang menyayat coba di bayangkan kita yang denger mau ikut joget jadi ragu – ragu kan ini lagu sedih kok enak ya buat goyang. Haha 
The Gengs
Mungkin itu yang sering kita ucapkan untuk menyapa teman selama KKN. Teman KKN adalah keluarga, partner, sahabat dadakan, tempat curhat, pokoknya mereka tiba – tiba mendapat tempat begitu saja dalam hati. Aneh memang kita yang baru bertemu tiba – tiba akrab dan saling percaya, paling ngga percaya kalau mereka merasakan hal yang sama. Satu hal yang sangat di sayangkan dengan teman KKN ku adalah mayoritas cowo. Ya bayangin aja, kita di dominasi dengan cowo nah aku juga cowo bukan apa – apa  cuma kadang jadi geli aja *maaf ga fokus.
Kormades Irsan
Mungkin aku akan mengenalkan teman – teman KKN ku, dan ini menurut pendapatku pribadi. Yang pertama mas mas kormades yang baper, bang Irsan. Entah kenapa mas – mas yang satu ini punya dua kepribadian kadang dia serius kadang juga aneh terutama kalo ngomongin masalah cewe, jadi melow gitu..lululluuuhhh
Dodi & Fadli
Kemudian fadli dan dodi, ya mereka teman sekamar jadi lebih banyak aku akan bercerita tentang mereka. awal aku melihat mereka saat pembekalan materi isi aku pikir ga ada yang istimewa di mataku aku hanya seorang cowo berkacamata dan pendek genit *itu dodi.
Beberapa hari aku bareng mereka akhirnya aku tahu kalau mereka berdua ini adalah orang yang luar biasa dalam akademik. Fadli dengan ipk yang cumlaude dan dodi yang banyak sekali proyeknya. Mereka ternyata tergolong anak otak dalam sipil, kalau fadli si kelihatan dia rajin dan berkacamata nah kalau dodi, sampai sekarang masih ngelus dada kalau liat kenyataan dia anak pinter.
Kepribadian mereka juga bertolak belakang fadli anak yang super duper rajin dan perfectionis segala hal haruslah rapi dan sempurna, sampai nih yang sering menjadi ledekan kami adalah sempongan rambutnya yang harus mengikuti alur, ya alloh segitunya. Kalau dodi bisa di bilang dia hampir dengan saya, ga teratur, cuek,sembarangan, bodo amat. Celana ga di resleting juga bodo amat. Orang celananya di cantel ga di pake, terus udah di pake tetep aja ga di resleting orang pakenya celana kolor *maaf ga fokus. Dodi menurut cerita dia emang punya bakat, kuliahnya santai tapi nilainya ga santai vroh dia 11 12 lah sama fadli, yang masih aku ga terima dengan tampilan seperti itu ternyata dia anak smart, apa kebanyakan anak smart emang gitu ya. Berarti aku jugaaa ...eeemm oke lupakan.
Kami bertiga dalam KKN saling berbagi, mulai dari selimut, sabun, minyak rambut *itu punya fadli sih kita aja yang minta*, dan makanan. Kita juga sering mengadakan rapat terutama saat akan bayar kos. Kebiasaan mereka juga aneh – aneh, mulai dari fadli yang kalau tidur sering ngigau. Pernah suatu malam fadli mengigau sampe dia ngelepas bajunya sendiri terus saat sadar karena dingin dia pake lagi, aneh kan. Aku dan dodi menyaksikan itu hanya bengong kemudian tertawa ngakak. Fadli terbangun dan melakukan pembelaan kalau itu sengaja ia lakukan. Lebih aneh lagi dia pernah ngigau manggil – manggil Irsan, lah kalau yang ini aku ga ikut – ikutan biarkan waktu yang akan menjawabnya... hahaha. Kalau dodi dia sering menyediri, terus diem – diem buka laptop garap proyekan eh sebentar itu sih ga aneh ya, aku malah yang aneh.
Ari
Teman KKN ku yang lain Ari, ia adalah cewe di KKN ku. Ya bener aku juga pertamanya nyangka dia cowo secara namanya “Ari” itu kan nama cowo tapi ga juga ding. Ari adalah anak geologi udah jelaslah dia cewe strong tapi sesetrongnya cewe tetep aja kalau senyum manis *loh. Tapi kami masih merasa misterius dengan senyuman Ari yang ga kelihatan giginya hahaha


Nurdin
Lalu ada Nurdin, ia adalah orang hebat yang Low Profile. Menurut rumor sih ia lebih tua dari kami semua ya kelihatan sih. Tapi tidak hanya itu ia juga memiliki pengalaman yang lebih banyak dari kami semua. Nurdin ini beberapa kali menemani saya untuk joging, dan kata – kata dia yang masih saya ingat waktu joging adalah dia harus membunuh dirinya yang lain, wooooh ini anak makan apa sebenernya kok bisa bilang gitu, sehat din?.


winres
Winres, ia adalah partner cowo prenagen aku. Tapi aku kecewa sama dia sebagai teman dia gak setia soalnya udah beberapa minggu dia menjalani program diet. Terus kalau berhasil hanya aku dong yang bakal jadi cowo prenagen. Ga seru bangeeeet ..




Dita

Ada dita, seinget aku sih kalau lagi sama dita jangan ajak dia ketawa ngakak sampai lama soalnya dia darah rendah kata dia bisa pingsan, ketawa kok bisa pingsan. Tapi ternyata dia punya suara yang merdu sodara – sodara, ga percaya liat aja fotonya. *nah loh




Wawan


Wawan bin ganteng, kita semua sepakat kalau wawan adalah manusia paling ganteng di KKN. Penilaian ini kami lakukan berdasarkan selfie. Saat selfie pasti Wawan yang selalu di depan jadi dia deh yang paling ganteng. Tapi awal dia di panggil ganteng adalah saat Ari tiba – tiba bilang  “wawan juga ganteng ko ”. Oooaaaallaaahh gituuu


Sari

 Sari, anak lampung yang ga kelihatan lampungnya malah kata dodi dia kelihatan seperti model mirabella. Bagaimana tidak dia adalah cewe Hitz di KKN sampai dia punya julukan Sari Red, katanya sih mau saingan sama Dijah yellow., iyuuuh





Bagus

Ada bang bagus, ia asli sunda, bujang sunda ato apa itu julukannya. Mas bagus ini yang sering roaming kalau kita lagi becanda ya wong kita becanda pake bahasa jawa. Mas bagus sering diem, sampe induk semang bilang kalau mas bagus ini sombong tapi aslinya engga kok bu, dia ga sombong lihat aja kalau duduk kakinya di tekuk. *skiip



Safety

Mba safeft yang doyan banget selfie, mba – mba yang satu ini gak tahu kenapa dia selalu paling di cari. Tapi setelah di telusuri ternyata bukan mba nya yang dicari tapi hapenya, dipake buat selfie. Konon kalau foto pake hapenya mba safety jadi ganteng maksimal ga percaya tanya aja sama, sama aku hehehe..



Luthfie
Kemudian ada kak luthfie, kenapa aku manggil kak karena dia adalah kakak pertama dalam urusan “perwanitaan” *tandakutip dibaca. Luthfie secara terang – terangan mengaku punya banyak selir sampai sekarang saya bingung jangan – jangan dia ini temennya Raja Jalaludin kayak di film Jodha Akbar, yang selirnya banyak. Wuehehehehe ane satu dong kak...



Kamil

Yang terakhir mba kamil, hal yang menarik dari mba kamil adalah cita – citanya yang ingin jadi istri  soleha *tepuk tangan*. Di KKN mba ini satu – satunya yang sok kenal sok dekat dengan bapak – bapak kaya bapak kades, bapak kadus, bapak kadedus apaan kadedus?. Pokoknya salutlah buat mba kamil yang bisa cairin suasana kalau berhadapan dengan bapak – bapak.







Semua yang kita jalani selama KKN, dari awal kita bertemu secara tidak sengaja dan menjalani hari – hari bersama itu semua sudah terekam dalam memori kehidupanku yang sewaktu – waktu dapat aku putar saat sepi datang.
Terakhir semoga dengan KKN ini menjadikan kita pribadi yang kuat, bertanggung jawab, dewasa, dan jujur.
Akhir kata wassalamu alaikum warohmatulloh hiwabarokatuh..

1 comment: