Saturday, 4 March 2017

Tutorial Makeup ??? Aku kan Laki-Laki

Ini sih kaya curhatan seorang laki-laki yang akhir-akhir ini terganggu pikirannya setelah melihat banyak video tutorial make-up di youtube dan bersliweran di explore instagram. Beberapa poin ternyata cukup menganggu.  Tulisan ini mengandung rasa sok tahu yang berlebihan jadi harap dimaklumi karena subjektif dari kacamata laki-laki, dan pasti akan tidak berimbang tapi yang perempuan coba renungkan ya. Anjir kaya lagi ngasih nasihat ya, oke simak ya.
Video tutorial make-up sebagai ajang berbagi pengetahuan tentang merias diri.
Menurut hemat aku, video  tutorial make-up lebih banyak berisi seorang perempuan yang meng-share bagaimana dia bermake-up, berbagi tips memilih merk kosmetik, dan unjuk kelihaian tangan dalam menyulap wajah yang biasa saja menjadi luar biasa. Mungkin harapannya agar banyak perempuan di luar sana tertarik, meniru atau sekedar nambah pengetahuan tentang bagaimana merias diri. Bagus sih, sangat bagus karena membuat banyak perempuan di luar sana yang kebingungan menjadi punya pedoman bagaimana agar tampil istimewa.

Aku saja yang seorang laki-laki melihat video itu jadi tau bedanya eyeshadow  sama eyeliner, dan banyak peralatan make-up lainya, padahal sebelumnya aku cuma tahu peralatan make-up ya bedak sama lipstik saja. Maklum aku memperhatikan ibuku cuma memakai itu saat kondangan. Ternyata buanyak sekali macam dan jenisnya. Lihat, begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan dari video tutorial make-up itu.
Dan yang paling baru ternyata ngga hanya menjadi ajang berbagi ilmu pengetahuan, si conten creator nya bisa mendapatkan pemasukan dari sana, bisa dari iklan di videonya atau ada brand yang mengijinkan produknya untuk direview. Tuh kan sudah bermanfaat, dan ada duitnya lagi. Padahal kalo mau review yang fair jangan pake produk yang jadi sponsor dong, hehe nggak tahu sih, terserah mereka saja.
Video tutorial make-up mengajarkan kita kalau cantik itu ada caranya.
Tidak bisa dipungkiri setelah melihat video tutorial, aku sebagai laki-laki menjadi mikir, oh ternyata menjadi cantik itu ada caranya. Tujuan merias diri apa sih kalau bukan agar terlihat cantik? Terlihat menawan? Pastilah itu tujuan utamanya atau paling ngga biar pantes datang ke kondangan.  Tapi hal ini yang menganggu pikiran aku, muncul pertanyaan memang cantik seperti itu ya ? bukankah cantik itu luas, ciye gitu. 
Kalau dilempar pertanyaan seperti itu jawabanya pasti akan “ya cantik kan relatif”, oke relatif tapi kalau semua tutorial make-up rata-rata berisi konten yang sama seperti bagaimana membuat muka agar terlihat tirus, menjadikan hidung agar terlihat mancung, atau membuat bibir terlihat tebal dan sensual, alis harus tebel serta berimbang dan masih banyak lagi, apa masih bisa disebut relatif. Ya masih lah... kan relatif bebas.. yaudah terserah deh.
Kita coba bahas satu-satu ya, ini cantik secara fisik.
Setiap daerah, setiap negara, setiap bangsa dan belahan bumi manapun pasti memiliki definisi cantik tersendiri. Seperti di Myanmar suku Kahayan menganggap perempuan cantik adalah yang berleher panjang  bahkan perjuangan menjadi “cantik” dimulai sejak dini, saat masih  anak-anak sudah dipakaikan banyak kalung besi agar terlihat panjang dan menawan.  
Lalu di Jepang perempuan yang memiliki kaki kecil, kulit mulus dan berambut panjang menjadi impian dengan alasan “cantik”. Bahkan dibeberapa restoran menyediakan makanan yang kaya akan Colagen, Which is zat yang sangat bermanfaat bagi peremajaan kulit. Ini aku tau setelah cari2 di internet.
Yang lebih ekstrim di Ehiopia, Perempuan cantik adalah mereka yang punya luka cakar di tubuhnya, seperti goresan di perut, tangan, dan punggung. Bagi masyarakat Ethiopia tertentu perempuan dengan banyak luka sangat menggairahkan. Tidak sedikit perempuan disana dengan sengaja membuat bekas luka tersebut. Sungguh cantik ternyata menyakitkan, kaya judul bukunya siapa ya? haha
Jadi menimbulkan pertanyaan, ini video tutorial make-up kayanya ngga berlaku bagi mereka deh? Lalu untuk siapa?
Jawaban logisnya, untuk sebagian perempuan saja. permasalahan sebenarnya adalah mereka upload di saluran yang sangat universal, ya walaupun kita bisa memilih menonton atau engga tapi menurut aku tetap saja. Bolak-balik nongol di explore instgram, akhirnya aku tonton juga. Hahaha..
Video Tutorial Make-up secara tidak langsung menunjukan kelemahan perempuan
Perempuan harusnya sadar dengan adanya video tutorial make-up semakin menunjukan kalau perempuan sangat ingin dihargai kecantikannya dan menenggelamkan kompetensi yang lain. Di saat banyak yang berjuang agar perempuan tidak dijadikan objek, tidak dijadikan komoditas, atau jadi bahan promosi eh malah hadirnya video tutorial ini membuka ruang untuk melanggengkan stereotip perempuan ya harus cantik, dan mungkin cuma cantik aja. Hehhee soalnya di videonya aku ngga menemukan habis selesai make terus tiba-tiba ngomongin politik. Yakali... cetek banget aku.  Maaf.
Beban lain yang bakal diterima perempuan datang dari laki-laki (dari dulu sih juga begitu ya), tapi ini lebih banyak. Ini karena video tutorial itu disebarkan melalui internet, bisa diakses oleh laki-laki bahkan seperti aku yang tidak berkeinginan nonton, karena lewat di explore instagram akhirnya bisa lihat juga. Aku pribadi jadi takut kalau ternyata perempuan yang aku pacari selama ini (padahal belum ada) tampilannya cantik hanya karena menggunakan make-up, setelah dihapus malah seperti orang lain. Karena kekuatan make-up ini bener-bener luar biasa. Pernah beberapa kali aku lihat perempuan yang dimake-up menjadi jauh banget dari wajah aslinya. Kalo Cuma foto sih mungkin bisa beralesan, ah itu pake photoshop, ah itu pake kamera 360, B12, atau line camera (kok aku hapal). Sekarang engga, kita bertatap langsung dengan temen perempuan kita yang menggunakan make-up asli pasti pangling. Salah-salah kita goda ternyata temen sendiri. Haha..
Aku anak teater, dan beberapa kali mendapat pembelajaran tentang make-up. Ketika seorang dipakaikan make-up akan menjadi berbeda dengan wajah aslinya karena tujuannya memang untuk mempertegas karakter. Bisa jadi terlihat sangat tua, menjadi menyebalkan, atau menjadi sangat ceria, karena disini make-up digunakan untuk kebutuhan panggung jadi masih wajar menurutku. Nah kalau dikembalikan ke dunia nyata, mereka yang bermake-up sampai membuat pangling kan ngga lagi di panggung. Bukankah itu tidak menunjukan dirinya yang sebenarnya, jika menggunakan make-up terlalu sering pasti akan menjadi ketergantungan. Perempuan sendiri yang mejadi repot dan terbebani (mungkin ini ya kenapa perempuan ribet).
Perempuan jujur-jujuran kalian pasti merasa terbebani dengan adanya make-up kan, yang selalu make-up jadi takut kalo lagi engga pake, jadi ini toh rasanya menjadi orang sosialita. Karena sudah biasa mendapat pujian “cantik banget sis”, “unch anget”, atau “melting deh” menjadi takut dan khawatir kalau tiba-tiba ada komen di foto instagram kita jadi “sawo sekilo berapa?”, langsung hapus postingan kayaknya. Coba aja ke temen kalian, yang baru aja upload dengan make-up komen begitu. Paling banter dihapus postingannya, atau kamu akan diunfriend,
Kalian perempuan menggunakan make-up itu untuk siapa ?
Sebenarnya kalian ini menggunakan make-up untuk siapa sih? Untuk kami kaum laki-laki? Aku sih mau bilang makasih ya, kita laki-laki memang suka dengan yang cantik dan indah haha..
Cuma permasalahannya ngga selesai disana, aku sendiri bingung dengan sikap perempuan. Kalian berpenampilan mencolok dengan dandan menor dan pake baju yang bikin ser-seran tapi kalo baru disapa, langsung bilang “ih, genit banget sih”, “dasar kampungan”. Lah kalian tampil di depan umum, harusnya tau kali apa yang akan terjadi. Walaupun kalau boleh fair, laki-laki juga sih yang kurang ngajar. Ngapain juga godain perempuan, mending godain bapak atau ibunya saja.
Bukan menyalahkan perempuan atas apa yang dilakukan, cuma ingin menyampaikan apa yang dirasakan aku sebagai laki-laki. Siapapun berhak berkreatifitas dengan apapun, bikin video tutorial make-up boleh, hanya kita sebagai laki-laki jadi sadar. Kalau ternyata semua perempuan bisa cantik, jadi kalo misal cari pasangan pasti yang ngga cuma cantik. Nambah-nambahin beban perempuan aja, maaf ya. Tapi nyatanya memang begitu, laki-laki maunya dapet pasangan yang cantik dan juga pinter. Kalau misal ngga bisa keduanya, paling ya cari yang pinter soalnya cantik kan ada caranya. Kalau pasangan ngga mau belajar jadi cantik ya gapapa, kalo cuma cantik banyak kok (ini maksudnya apaan).  Hahahaa..

Ya itu sekilas opini saya tentang maraknya video tutorial make-up yang banyak beredar di internet, tulisan ini tidak berisi kesimpulan harus bagaimana jadi kalian yang baca simpulin sendiri saja. mungkin salah satu kesimpulannya, ini yang nulis pasti kebanyakan nyemilin kaos kaki. Hehehee... 

No comments:

Post a Comment