Ini
sih kaya curhatan seorang laki-laki yang akhir-akhir ini terganggu pikirannya
setelah melihat banyak video tutorial make-up
di youtube dan bersliweran di explore instagram. Beberapa poin ternyata cukup
menganggu. Tulisan ini mengandung rasa sok
tahu yang berlebihan jadi harap dimaklumi karena subjektif dari kacamata
laki-laki, dan pasti akan tidak berimbang tapi yang perempuan coba renungkan ya.
Anjir kaya lagi ngasih nasihat ya, oke simak ya.
Video tutorial make-up sebagai ajang berbagi pengetahuan tentang merias diri.
Menurut
hemat aku, video tutorial make-up lebih banyak berisi seorang
perempuan yang meng-share bagaimana dia bermake-up,
berbagi tips memilih merk kosmetik, dan unjuk kelihaian tangan dalam menyulap
wajah yang biasa saja menjadi luar biasa. Mungkin harapannya agar banyak perempuan
di luar sana tertarik, meniru atau sekedar nambah pengetahuan tentang bagaimana
merias diri. Bagus sih, sangat bagus karena membuat banyak perempuan di luar
sana yang kebingungan menjadi punya pedoman bagaimana agar tampil istimewa.
Aku
saja yang seorang laki-laki melihat video itu jadi tau bedanya eyeshadow sama eyeliner,
dan banyak peralatan make-up lainya,
padahal sebelumnya aku cuma tahu peralatan make-up
ya bedak sama lipstik saja. Maklum aku memperhatikan ibuku cuma memakai itu saat
kondangan. Ternyata buanyak sekali macam dan jenisnya. Lihat, begitu banyak
manfaat yang bisa didapatkan dari video tutorial make-up itu.
Dan
yang paling baru ternyata ngga hanya menjadi ajang berbagi ilmu pengetahuan, si
conten creator nya bisa mendapatkan
pemasukan dari sana, bisa dari iklan di videonya atau ada brand yang
mengijinkan produknya untuk direview. Tuh kan sudah bermanfaat, dan ada duitnya
lagi. Padahal kalo mau review yang fair
jangan pake produk yang jadi sponsor dong, hehe nggak tahu sih, terserah mereka
saja.
Video tutorial make-up mengajarkan kita kalau cantik itu ada caranya.
Tidak
bisa dipungkiri setelah melihat video tutorial, aku sebagai laki-laki menjadi
mikir, oh ternyata menjadi cantik itu ada caranya. Tujuan merias diri apa sih
kalau bukan agar terlihat cantik? Terlihat menawan? Pastilah itu tujuan utamanya
atau paling ngga biar pantes datang ke kondangan. Tapi hal ini yang menganggu pikiran aku,
muncul pertanyaan memang cantik seperti itu ya ? bukankah cantik itu luas, ciye
gitu.
Kalau
dilempar pertanyaan seperti itu jawabanya pasti akan “ya cantik kan relatif”,
oke relatif tapi kalau semua tutorial make-up
rata-rata berisi konten yang sama seperti bagaimana membuat muka agar terlihat
tirus, menjadikan hidung agar terlihat mancung, atau membuat bibir terlihat
tebal dan sensual, alis harus tebel serta berimbang dan masih banyak lagi, apa masih
bisa disebut relatif. Ya masih lah... kan relatif bebas.. yaudah terserah deh.
Kita
coba bahas satu-satu ya, ini cantik secara fisik.
Setiap
daerah, setiap negara, setiap bangsa dan belahan bumi manapun pasti memiliki
definisi cantik tersendiri. Seperti di Myanmar suku Kahayan menganggap
perempuan cantik adalah yang berleher panjang
bahkan perjuangan menjadi “cantik” dimulai sejak dini, saat masih anak-anak sudah dipakaikan banyak kalung besi
agar terlihat panjang dan menawan.
Lalu
di Jepang perempuan yang memiliki kaki kecil, kulit mulus dan berambut panjang menjadi
impian dengan alasan “cantik”. Bahkan dibeberapa restoran menyediakan makanan
yang kaya akan Colagen, Which is zat yang sangat bermanfaat bagi
peremajaan kulit. Ini aku tau setelah cari2 di internet.
Yang
lebih ekstrim di Ehiopia, Perempuan cantik adalah mereka yang punya luka cakar
di tubuhnya, seperti goresan di perut, tangan, dan punggung. Bagi masyarakat
Ethiopia tertentu perempuan dengan banyak luka sangat menggairahkan. Tidak
sedikit perempuan disana dengan sengaja membuat bekas luka tersebut. Sungguh
cantik ternyata menyakitkan, kaya judul bukunya siapa ya? haha
Jadi
menimbulkan pertanyaan, ini video tutorial make-up
kayanya ngga berlaku bagi mereka deh? Lalu untuk siapa?
Jawaban
logisnya, untuk sebagian perempuan saja. permasalahan sebenarnya adalah mereka
upload di saluran yang sangat universal, ya walaupun kita bisa memilih menonton
atau engga tapi menurut aku tetap saja. Bolak-balik nongol di explore instgram, akhirnya aku tonton
juga. Hahaha..
Video Tutorial Make-up secara tidak langsung menunjukan kelemahan perempuan
Perempuan
harusnya sadar dengan adanya video tutorial make-up
semakin menunjukan kalau perempuan sangat ingin dihargai kecantikannya dan
menenggelamkan kompetensi yang lain. Di saat banyak yang berjuang agar
perempuan tidak dijadikan objek, tidak dijadikan komoditas, atau jadi bahan
promosi eh malah hadirnya video tutorial ini membuka ruang untuk melanggengkan
stereotip perempuan ya harus cantik, dan mungkin cuma cantik aja. Hehhee soalnya
di videonya aku ngga menemukan habis selesai make terus tiba-tiba ngomongin
politik. Yakali... cetek banget aku. Maaf.
Beban
lain yang bakal diterima perempuan datang dari laki-laki (dari dulu sih juga
begitu ya), tapi ini lebih banyak. Ini karena video tutorial itu disebarkan
melalui internet, bisa diakses oleh laki-laki bahkan seperti aku yang tidak
berkeinginan nonton, karena lewat di explore
instagram akhirnya bisa lihat juga. Aku pribadi jadi takut kalau ternyata
perempuan yang aku pacari selama ini (padahal belum ada) tampilannya cantik
hanya karena menggunakan make-up,
setelah dihapus malah seperti orang lain. Karena kekuatan make-up ini bener-bener luar biasa. Pernah beberapa kali aku lihat perempuan
yang dimake-up menjadi jauh banget
dari wajah aslinya. Kalo Cuma foto sih mungkin bisa beralesan, ah itu pake
photoshop, ah itu pake kamera 360, B12, atau line camera (kok aku hapal). Sekarang
engga, kita bertatap langsung dengan temen perempuan kita yang menggunakan make-up asli pasti pangling. Salah-salah
kita goda ternyata temen sendiri. Haha..
Aku
anak teater, dan beberapa kali mendapat pembelajaran tentang make-up. Ketika seorang dipakaikan make-up akan menjadi berbeda dengan
wajah aslinya karena tujuannya memang untuk mempertegas karakter. Bisa jadi terlihat
sangat tua, menjadi menyebalkan, atau menjadi sangat ceria, karena disini make-up digunakan untuk kebutuhan
panggung jadi masih wajar menurutku. Nah kalau dikembalikan ke dunia nyata,
mereka yang bermake-up sampai membuat
pangling kan ngga lagi di panggung.
Bukankah itu tidak menunjukan dirinya yang sebenarnya, jika menggunakan make-up terlalu sering pasti akan
menjadi ketergantungan. Perempuan sendiri yang mejadi repot dan terbebani
(mungkin ini ya kenapa perempuan ribet).
Perempuan
jujur-jujuran kalian pasti merasa terbebani dengan adanya make-up kan, yang selalu make-up
jadi takut kalo lagi engga pake, jadi ini toh rasanya menjadi orang sosialita. Karena
sudah biasa mendapat pujian “cantik banget sis”, “unch anget”, atau “melting
deh” menjadi takut dan khawatir kalau tiba-tiba ada komen di foto instagram
kita jadi “sawo sekilo berapa?”, langsung hapus postingan kayaknya. Coba aja ke
temen kalian, yang baru aja upload dengan make-up
komen begitu. Paling banter dihapus postingannya, atau kamu akan diunfriend,
Kalian perempuan menggunakan make-up itu untuk siapa ?
Sebenarnya
kalian ini menggunakan make-up untuk
siapa sih? Untuk kami kaum laki-laki? Aku sih mau bilang makasih ya, kita
laki-laki memang suka dengan yang cantik dan indah haha..
Cuma
permasalahannya ngga selesai disana, aku sendiri bingung dengan sikap
perempuan. Kalian berpenampilan mencolok dengan dandan menor dan pake baju yang
bikin ser-seran tapi kalo baru disapa, langsung bilang “ih, genit banget sih”, “dasar
kampungan”. Lah kalian tampil di depan umum, harusnya tau kali apa yang akan
terjadi. Walaupun kalau boleh fair,
laki-laki juga sih yang kurang ngajar. Ngapain juga godain perempuan, mending godain
bapak atau ibunya saja.
Bukan
menyalahkan perempuan atas apa yang dilakukan, cuma ingin menyampaikan apa yang
dirasakan aku sebagai laki-laki. Siapapun berhak berkreatifitas dengan apapun,
bikin video tutorial make-up boleh,
hanya kita sebagai laki-laki jadi sadar. Kalau ternyata semua perempuan bisa
cantik, jadi kalo misal cari pasangan pasti yang ngga cuma cantik. Nambah-nambahin
beban perempuan aja, maaf ya. Tapi nyatanya memang begitu, laki-laki maunya
dapet pasangan yang cantik dan juga pinter. Kalau misal ngga bisa keduanya,
paling ya cari yang pinter soalnya cantik kan ada caranya. Kalau pasangan ngga
mau belajar jadi cantik ya gapapa, kalo cuma cantik banyak kok (ini maksudnya apaan). Hahahaa..
Ya
itu sekilas opini saya tentang maraknya video tutorial make-up yang banyak beredar di internet, tulisan ini tidak berisi
kesimpulan harus bagaimana jadi kalian yang baca simpulin sendiri saja. mungkin
salah satu kesimpulannya, ini yang nulis pasti kebanyakan nyemilin kaos kaki. Hehehee...
No comments:
Post a Comment