Yaah setelah beberapa hari yang lalu
sudah bertarung hebat dengan tugas – tugas dan akhirnya bisa kelar kamis
kemaren. Tugas – tugas yang udah buat saluran pencernaan saya terganggu dan
pernafasan saya tersengal – sengal haha *kagak ding. Tapi emang bener kata bapaknya harus dikerjakan dengan ikhlas
biar terasa sehat – sehat saja.
Baru saja menghembuskan nafas
kebebasan beberapa menit lihat blog sudah ada tugas selanjutnya, oke perjuangan
belum berakhir. Tapi saya bakal sedikit ngasih gambaran pengetahuan yang saya
bagikan tentang tugas minggu kemaren yang udah bikin radang perut itu.
Tugasnya sebuah bab berjudul “MENCIPTAKAN MASYARAKAT DENGAN MEDIA:
SEJARAH, TEORI DAN INVESTIGASI” jeng jeng *tirai terbuka.
Nah dalam judul Bab kali ini kita akan
banyak berbicara tentang hubungan antara media dan komunitas, jadi bagaimana
sebuah media dapat mempengaruhi apa yang yang terjadi pada sebuah komunitas.
dan apa itu Komunitas virtual dan apa sebenarnya komunnikasi virtual dan apa
dampak dari komunikasi vitual.
Bagaimana semakin tertarik dengan
bahasan kita kali ini. Kalo minat yuk kita lanjut, tapi berdoa masing – masing
dulu yaa hehehe *fokus-fokus
Media seperti halnya dua mata pisau
dengan fungsi yang saling bertolak belakang. Dahulu ketika pada masa emas radio
di tahun 1920 – 1930an, radio mampu hadir ke dalam ruang tamu dan keluarga
dapat menikmatinya kemudian di beberapa tahun setelahnya hadir televise yang
membuat kita sebagai penonton terdepan setiap kejadian – kejadian yang ada di
dunia dengan sajian yang lebih menarik karena menyajikan gambar dan juga suara
yang membuat kita lebih percaya akan media tersebut. Tapi sebenarnya inilah
yang menjadi ketakutan beberapa kalangan karena dengan media ini akan menjadi
alat propaganda dan malah akan membuat masyarakat terlena akan informasi yang
disajikan oleh media. oke lanjuut ya broo
Kemudian hadirlah sebuah media baru
yang sering kita sebut dengan internet, internet pada awal munculnya hanya di
gunakan oleh angkatan bersenjata amerika serikat untuk kep kepentingan
militernya. Namun sekarang perkembangan internet sudah meluas hingga keujung
dunia sekalipun dapat di jangkau dengan internet.
Kemudian karakteristik media baru
seperti yang dikatakan McQuail (1994: 20-6)
berfungsi sebagai penggambaran yang berguna
sebagai istilah. Media baru, ia menyarankan, umumnya
melibatkan desentralisasi saluran untuk distribusi pesan, peningkatan kapasitas
yang tersedia untuk transfer pesan berkat satelit, jaringan kabel dan komputer,
peningkatan pilihan yang tersedia untuk penonton untuk terlibat dalam proses
komunikasi, sering yang melibatkan bentuk komunikasi
yang interaktif, dan peningkatan
tingkat fleksibilitas untuk menentukan bentuk dan isi melalui digitalisasi pesan.
Nah dari karakteristik yang diungkapkan oleh McQuail di garis besarkan pada
komunikasi menggunakan perangkat internet seperti satelit, jaringan kabel dan
komputer.
Kemahiran
orang dalam berinternet telah membuat sebuah tatanan baru dalam masyarakat, ini
dinamakan dengan “ komunitas Virtual”. Apa itu komunitas virtual ? mari kita
cari tahu.. .
Menurut para ahli seperti berikut, Jan
Fernback menyatakan Community as Virtual
artinya komunitas ini secara maya dalam ruang cyber
dengan meninggalkan identitas fisik penggunanya. Cyber
community memiliki sistem nilai bersama, norma-norma, aturan-aturan
dan identitas bersama yang ditunjukkan dari komitmen atau kepentingan diantara
komunitas lainnya.
Menurut Jan Fernback bisa dicontohkan
mungkin semacam forum jual-beli, media sosial atau diskusi maya yang sudah akrab
dalam keseharian kalian. *ngaku aja deh. Didalam pernyataan fernback juga
dikatakan bahwa komunitas ini mempunyai norma, aturan dan identitas bersama
untuk kepentingan bersama, jadi saat kalian masuk dalam sebuah komunitas
virtual berarti kalian memang memiliki tujuan yang sama, kepentingan yang sama
dan kalian bahkan menggunakan identitas lain dari diri kalian.
Itu baru satu ahli , ini ada beberapa
pendapat ahli lain tentang Komunitas Virtual, antara lain : Komunitas virtual
adalah komunitas-komuitas dengan makna, menurut Calhoun (dalam Strate, 1996 :
210) cybercommunity adalah komunitas sebagai kompleks ide dan sentimen.
Partisipan dalam komunitas virtual akan merasakan pengalaman dan makna yang
sama dalam cybercommunity.
Menurut Rheingold dalam bukunya The
Virtual Community, komunitas virtual tidaklah imajiner, namun sesuatu yang
nyata. Rheingold mengatakan bahwa cybercommunity adalah agregasi sosial yang
muncul dari internet ketika banyak orang melakukan diskusi yang cukup panjang
disertai dengan human feeling untuk membangun jaringan hubungan personal dalam
cyberspace. Jadi komunitas virtual adalah sesuatu yang nyata yang diberi makna
oleh para partisipan. Komunitas virtual adalah komunitas yang unik, karena
terhubungan oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer.
Sekarang mungkin udah pada tau ya,
jadi bisa disimpulkan bahwa Komunitas Virtua itu adalah sebuah ruang interaksi
dimana para anggotanya menggunakan internet sebagai medianya dan menggunakan
komunikasi Virtual untuk menyampaikan pesanya, dan para anggotanya memiliki
kesamaan akan suatu hal yang membuat mereka ada pada komunitas tersebut. Tadi
sempat disebutkan komunikasi virtual dalam penyampaian pesan dalan komunitas
virtual.
Komunikasi virtual adalah komunikasi
(proses penyampaian dan penerimaan pesan) melalui dunia maya yang bersifat
interaktif. Komunikasi virtual tidak dapat lepas dari sebuah media internet
sebagai alat komunikasi. Disini terlihat adanya peralihan gaya atau kebiasaan
manusia dalam berkomunikasi menyampaikan informasi dengan sesamanya. Dikatakan
begitu karena saat ini manusia tidak perlu lagi berkomunikasi pada waktu,
tempat yang sama. Nampaknya melalui komunikasi virtual saat ini, hambatan –
hambatan yang ada terdahulu seperti jarak, waktu, biaya, serta kesulitan
lainnya dapat teratasi. Hal ini dikarenakan internet sebagai media komunikasi
virtual tidak terbatas ruangnya sehingga masyarakat luas dapat menyampaikan
informasi kemana saja, dan ke siapa saja. Dalam komunikasi virtual,
memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada
secara wujud di tempat itu.
Dampak sebuah komunikasi virtual
dapat dilihat dari penggunaan salah satu bentuk komunitas virtual, oke kita
ambil contoh pengguna facebook. Dalam menggunakan facebook seringkali kita
menggunakan identitas palsu tentang dirikita. Mulai dari umur, profesi, nama
bahkan foto pun tidak jarang tidak menggunakan foto kita sendiri.
Permasalahanya adalah mereka nyaman dengan itu semua, mereka nyaman dengan
status berpacaran di facebook yang semestinya sudah menikah atau mereka nyaman
dengan nama alay nya atau yang lebih parah lagi mereka lebih nyaman untuk
berinteraksi di facebook daripada dalam kehidupan nyata. Mereka mengganggap
hanya di facebook mereka bisa menemukan siapa dirinya, mereka bebas berucap
sesuka mereka, bebas untuk berteman dengan siapapun tanpa memperdulikan status
sosial. Rasa saling menghormati sedikit mulai hilang, rasa saling menghargaipun
sudah luntur jauh hari saat mengenal facebook, biarpun ini tidak pada semua
orang tapi ini menjangkit hamper sebagian besar orang penngguna facebook.
Bukankah bermain bola dilapangan dengan teman lebih menyenangkan atau mendaki
gunung dengan sahabat itu lebih berkesan.
Lalu dari penjelasan yang sangat
panjang diatas pasti akan muncul sebuah pertanyaan besar, “ Apakah Sebuah
Komunitas Virtual dapat menggantikan Komunitas Sebenarnya ? lalu apakah
identitas kita dapat diubah hanya dengan sebuah identitas yang kita buat dalam
sebuah komunitas itu. Ini yang menjadi PR bagi kita, tujuan utama diciptakan
media pada dasarnya untuk memudahkan manusia bukan untuk mengubah kondisi
kehidupan manusia. Sudah sepantasnya kita sebagai orang yang sadar akan hal ini
berusaha untuk mencegah hal itu dan menggunakan media internet sebagai mana
tujuan utama terdahulu kita.
Sebagai kata penutup “ Silahkan
kalian bermain Twitter, Facebook, Kaskus dan Apapun yang ada dalam dunia maya
tapi ada satu hal, satu hal yang nggak bisa menggantikan sebuah senyum bahagia teman saat bersama kalian,”
Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consquences of ITCs, Sage Publication Ltd. London. Chapter 2 : “Creating Community with Media : History, Theories and Scientific Investigations
No comments:
Post a Comment