Saturday, 22 March 2014

MENCIPTAKAN MASYARAKAT DENGAN MEDIA: SEJARAH, TEORI DAN INVESTIGASI

Yaah setelah beberapa hari yang lalu sudah bertarung hebat dengan tugas – tugas dan akhirnya bisa kelar kamis kemaren. Tugas – tugas yang udah buat saluran pencernaan saya terganggu dan pernafasan saya tersengal – sengal haha *kagak ding. Tapi emang bener  kata bapaknya harus dikerjakan dengan ikhlas biar terasa sehat – sehat saja.

Baru saja menghembuskan nafas kebebasan beberapa menit lihat blog sudah ada tugas selanjutnya, oke perjuangan belum berakhir. Tapi saya bakal sedikit ngasih gambaran pengetahuan yang saya bagikan tentang tugas minggu kemaren yang udah bikin radang perut itu.
Tugasnya sebuah bab berjudul “MENCIPTAKAN MASYARAKAT DENGAN MEDIA: SEJARAH, TEORI DAN INVESTIGASI” jeng jeng *tirai terbuka.

Nah dalam judul Bab kali ini kita akan banyak berbicara tentang hubungan antara media dan komunitas, jadi bagaimana sebuah media dapat mempengaruhi apa yang yang terjadi pada sebuah komunitas. dan apa itu Komunitas virtual dan apa sebenarnya komunnikasi virtual dan apa dampak dari komunikasi vitual.

Bagaimana semakin tertarik dengan bahasan kita kali ini. Kalo minat yuk kita lanjut, tapi berdoa masing – masing dulu yaa hehehe *fokus-fokus

Media seperti halnya dua mata pisau dengan fungsi yang saling bertolak belakang. Dahulu ketika pada masa emas radio di tahun 1920 – 1930an, radio mampu hadir ke dalam ruang tamu dan keluarga dapat menikmatinya kemudian di beberapa tahun setelahnya hadir televise yang membuat kita sebagai penonton terdepan setiap kejadian – kejadian yang ada di dunia dengan sajian yang lebih menarik karena menyajikan gambar dan juga suara yang membuat kita lebih percaya akan media tersebut. Tapi sebenarnya inilah yang menjadi ketakutan beberapa kalangan karena dengan media ini akan menjadi alat propaganda dan malah akan membuat masyarakat terlena akan informasi yang disajikan oleh media. oke lanjuut ya broo

Kemudian hadirlah sebuah media baru yang sering kita sebut dengan internet, internet pada awal munculnya hanya di gunakan oleh angkatan bersenjata amerika serikat untuk kep kepentingan militernya. Namun sekarang perkembangan internet sudah meluas hingga keujung dunia sekalipun dapat di jangkau dengan internet.

Kemudian karakteristik media baru seperti yang dikatakan McQuail (1994: 20-6) berfungsi sebagai penggambaran yang berguna sebagai istilah. Media baru, ia menyarankan, umumnya melibatkan desentralisasi saluran untuk distribusi pesan, peningkatan kapasitas yang tersedia untuk transfer pesan berkat satelit, jaringan kabel dan komputer, peningkatan pilihan yang tersedia untuk penonton untuk terlibat dalam proses komunikasi, sering yang melibatkan bentuk komunikasi yang interaktif, dan peningkatan tingkat fleksibilitas untuk menentukan bentuk dan isi melalui digitalisasi pesan. Nah dari karakteristik yang diungkapkan oleh McQuail di garis besarkan pada komunikasi menggunakan perangkat internet seperti satelit, jaringan kabel dan komputer.

Kemahiran orang dalam berinternet telah membuat sebuah tatanan baru dalam masyarakat, ini dinamakan dengan “ komunitas Virtual”. Apa itu komunitas virtual ? mari kita cari tahu.. .

Menurut para ahli seperti berikut, Jan Fernback menyatakan Community as Virtual artinya komunitas ini secara maya dalam ruang cyber dengan meninggalkan identitas fisik penggunanya. Cyber community memiliki sistem nilai bersama, norma-norma, aturan-aturan dan identitas bersama yang ditunjukkan dari komitmen atau kepentingan diantara komunitas lainnya.

Menurut Jan Fernback bisa dicontohkan mungkin semacam forum jual-beli, media sosial atau diskusi maya yang sudah akrab dalam keseharian kalian. *ngaku aja deh. Didalam pernyataan fernback juga dikatakan bahwa komunitas ini mempunyai norma, aturan dan identitas bersama untuk kepentingan bersama, jadi saat kalian masuk dalam sebuah komunitas virtual berarti kalian memang memiliki tujuan yang sama, kepentingan yang sama dan kalian bahkan menggunakan identitas lain dari diri kalian.

Itu baru satu ahli , ini ada beberapa pendapat ahli lain tentang Komunitas Virtual, antara lain : Komunitas virtual adalah komunitas-komuitas dengan makna, menurut Calhoun (dalam Strate, 1996 : 210) cybercommunity adalah komunitas sebagai kompleks ide dan sentimen. Partisipan dalam komunitas virtual akan merasakan pengalaman dan makna yang sama dalam cybercommunity.

Menurut Rheingold dalam bukunya The Virtual Community, komunitas virtual tidaklah imajiner, namun sesuatu yang nyata. Rheingold mengatakan bahwa cybercommunity adalah agregasi sosial yang muncul dari internet ketika banyak orang melakukan diskusi yang cukup panjang disertai dengan human feeling untuk membangun jaringan hubungan personal dalam cyberspace. Jadi komunitas virtual adalah sesuatu yang nyata yang diberi makna oleh para partisipan. Komunitas virtual adalah komunitas yang unik, karena terhubungan oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer.

Sekarang mungkin udah pada tau ya, jadi bisa disimpulkan bahwa Komunitas Virtua itu adalah sebuah ruang interaksi dimana para anggotanya menggunakan internet sebagai medianya dan menggunakan komunikasi Virtual untuk menyampaikan pesanya, dan para anggotanya memiliki kesamaan akan suatu hal yang membuat mereka ada pada komunitas tersebut. Tadi sempat disebutkan komunikasi virtual dalam penyampaian pesan dalan komunitas virtual.

Komunikasi virtual adalah komunikasi (proses penyampaian dan penerimaan pesan) melalui dunia maya yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual tidak dapat lepas dari sebuah media internet sebagai alat komunikasi. Disini terlihat adanya peralihan gaya atau kebiasaan manusia dalam berkomunikasi menyampaikan informasi dengan sesamanya. Dikatakan begitu karena saat ini manusia tidak perlu lagi berkomunikasi pada waktu, tempat yang sama. Nampaknya melalui komunikasi virtual saat ini, hambatan – hambatan yang ada terdahulu seperti jarak, waktu, biaya, serta kesulitan lainnya dapat teratasi. Hal ini dikarenakan internet sebagai media komunikasi virtual tidak terbatas ruangnya sehingga masyarakat luas dapat menyampaikan informasi kemana saja, dan ke siapa saja. Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu.

Dampak sebuah komunikasi virtual dapat dilihat dari penggunaan salah satu bentuk komunitas virtual, oke kita ambil contoh pengguna facebook. Dalam menggunakan facebook seringkali kita menggunakan identitas palsu tentang dirikita. Mulai dari umur, profesi, nama bahkan foto pun tidak jarang tidak menggunakan foto kita sendiri. Permasalahanya adalah mereka nyaman dengan itu semua, mereka nyaman dengan status berpacaran di facebook yang semestinya sudah menikah atau mereka nyaman dengan nama alay nya atau yang lebih parah lagi mereka lebih nyaman untuk berinteraksi di facebook daripada dalam kehidupan nyata. Mereka mengganggap hanya di facebook mereka bisa menemukan siapa dirinya, mereka bebas berucap sesuka mereka, bebas untuk berteman dengan siapapun tanpa memperdulikan status sosial. Rasa saling menghormati sedikit mulai hilang, rasa saling menghargaipun sudah luntur jauh hari saat mengenal facebook, biarpun ini tidak pada semua orang tapi ini menjangkit hamper sebagian besar orang penngguna facebook. Bukankah bermain bola dilapangan dengan teman lebih menyenangkan atau mendaki gunung dengan sahabat itu lebih berkesan.

Lalu dari penjelasan yang sangat panjang diatas pasti akan muncul sebuah pertanyaan besar, “ Apakah Sebuah Komunitas Virtual dapat menggantikan Komunitas Sebenarnya ? lalu apakah identitas kita dapat diubah hanya dengan sebuah identitas yang kita buat dalam sebuah komunitas itu. Ini yang menjadi PR bagi kita, tujuan utama diciptakan media pada dasarnya untuk memudahkan manusia bukan untuk mengubah kondisi kehidupan manusia. Sudah sepantasnya kita sebagai orang yang sadar akan hal ini berusaha untuk mencegah hal itu dan menggunakan media internet sebagai mana tujuan utama terdahulu kita.


Sebagai kata penutup “ Silahkan kalian bermain Twitter, Facebook, Kaskus dan Apapun yang ada dalam dunia maya tapi ada satu hal, satu hal yang nggak bisa menggantikan sebuah senyum bahagia  teman saat bersama kalian,”

Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006,  Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consquences of ITCs, Sage Publication Ltd. London. Chapter  2  :  “Creating Community  with Media : History, Theories and Scientific Investigations

No comments:

Post a Comment